Prinsip Kerja Solar Cell Merubah Energi Matahari Menjadi Energi Listrik

  Pengertian sederhana Solar Cell adalah pembangkit energi listrik yang menggunakan energi matahari dengan memanfaatkan prinsip kerja sel fotovoltaik. 
 
Sinar matahari yang menyinari panel solar cell dirubah menjadi energi listrik, dengan bantuan battery energi listrik disimpan agar ketika sinar matahari minim atau tidak ada seperti saat malam hari masih bisa menghasilkan energi listrik.
 

Bagaimana cara kerja sel fotovoltaik?

Sel fotovoltaik mengubah energi matahari menjadi energi listrik, tetapi bagaimana caranya. Sejarah sel fotovoltaik dimulai dengan penemuan efek fotolistrik pada tahun 1839.
 
Oleh orang Prancis Alexandre-Edmond Becquerel, yang menempatkan perak klorida dalam larutan asam, meneranginya dan menghubungkan elektroda platinum padanya, efeknya akan menghasilkan arus listrik.

Pada tahun 1883, Charles Fritts menciptakan solar cell pertama berbahan semikonduktor, mengandung lapisan tipis emas. 

Perangkat ini mencapai efisiensi 1%. Sejak itu, bahan semikonduktor yang berbeda (bahan yang menghantarkan sedikit muatan listrik) dilakukan beberapa experimen untuk meningkatkan efisiensi sel fotovoltaik hingga seperti sekarang.

Sel fotovoltaik adalah perangkat elektronik yang mengubah energi cahaya, cahaya, menjadi energi listrik. Artinya, ia menyerap foton dari cahaya untuk melepaskan elektron yang dapat digunakannya dalam arus listrik. 

Panel surya tidak lebih dari beberapa sel yang bekerja sama untuk menghasilkan potensi listrik yang lebih besar. Beberapa panel bisa terdiri dari 36 atau lebih sel.

 Sel fotovoltaik terbuat dari dua jenis bahan semikonduktor, satu dengan muatan positif (p) dan yang lainnya dengan muatan negatif (n). 

 Ketika terkena cahaya mereka memungkinkan foton di bawah sinar matahari untuk "merobek" elektron, elektron bebas meninggalkan "lubang" yang akan diisi oleh elektron lain yang pada gilirannya dicabut dari atomnya sendiri.
 
Tugas sel adalah menyebabkan elektron bebas berpindah dari satu bahan semikonduktor ke bahan semikonduktor lainnya untuk mencari "lubang" untuk diisi. 
 
Hal ini menghasilkan perbedaan potensial dan arus listrik, yaitu aliran listrik akan terjadi dari titik potensial yang lebih tinggi ke titik potensial yang lebih rendah sampai potensinya sama di kedua titik.

Energi matahari kini oleh berbagai negara dibelahan dunia dijadikan sebagai sumber listrik yang penting, salah satu sumber energi pilihan untuk masa depan, karena matahari adalah sumber daya yang tidak ada habisnya dan energi yang di explore tidak menghasilkan limbah. 
 
Kini efisiensi solar cell sekitar 12% tergantung pada kondisi cuaca dan bahan pembuatnya. Yang paling tidak efisien memberikan 6%, sementara, di dalam laboratorium penelitian dan ujicoba, efisiensi 42% bisa tercapai.

Efisiensi sebuah sel atau panel berkaitan dengan beberapa faktor, salah satunya tentu saja bahan semikonduktor yang dipilih oleh pabrikan. 
 
Selain itu, yang paling penting adalah jumlah persentase sinar matahari yang mencapai sel yang dipantulkan dan terbuang. 
 
Begitu relevannya faktor pantulan ini sehingga lapisan khusus telah dikembangkan yang mampu menyerap cahaya secara merata terlepas dari sudut panel terhadap matahari.

Energi matahari sangat bergantung pada garis lintang di mana panel dipasang; posisi ini mempengaruhi potensi banyaknya sinar matahari yang bisa dimanfaatkan. Efisiensi pemasangan akan tergantung pada orientasi dan kemiringan perangkat terhadap sinar matahari.

Bagian-bagian Panel Solar Cell

Di dalam panel surya umum kita dapat menemukan lapisan yang berbeda:

  • Penutup kaca tempered, Beberapa sublapisan bahan enkapsulasi yang melindungi sel; karena mereka memiliki transmisi radiasi yang tinggi dan degradabilitas yang rendah dari waktu ke waktu.
  • Sel fotovoltaik.
  • Penutup belakang atau kaca, umumnya buram dan berwarna terang untuk memantulkan cahaya yang melewati sel. Hal ini menyebabkan cahaya kembali ke depan panel dan melewati sel lagi sampai diserap.
  • Rangka baja tahan karat atau aluminium sebagai rangka untuk meyatukan bahan-bahan tadi.

Meksiko adalah salah satu dari 5 negara di dunia dengan potensi radiasi matahari tertinggi (5 kWh / m² per hari), yang menjadikannya tempat yang ideal untuk mengembangkan teknologi pembangkit listrik tenaga surya.

Dhira

Hi,

Posting Komentar

To Top