Mengenal Masjid Al-Aqsha: Jejak Sejarah dan Peranannya dalam Isra Miraj

Masjid Al-Aqsha bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga saksi perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra dan Mi’raj. Masjid ini terletak di Kota al-Quds (Yerusalem), Palestina, sebuah kota yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam dan kini menjadi simbol perjuangan umat Muslim di seluruh dunia.


Masjid Al-Aqso (https://id.wikipedia.org/wiki/Masjidilaqsa)

Masjid Kedua yang Dibangun di Muka Bumi

Menurut riwayat hadis, masjid pertama yang dibangun adalah Masjidil Haram di Makkah, dan Masjid Al-Aqsha adalah yang kedua, berdiri sekitar 40 tahun setelahnya.
Karena itu, tempat ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi dalam tradisi Islam, di mana sejak awal Nabi Muhammad SAW menjadikan masjid ini sebagai kiblat pertama umat Muslim dalam shalat sebelum akhirnya kiblat berpindah ke Ka’bah di Makkah setelah wahyu turun.

Peristiwa Isra dan Mi’raj merupakan momen penting di mana Nabi Muhammad SAW diangkat dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsha dalam satu malam dengan wahyu dari Allah SWT. Dari Al-Aqsha beliau kemudian naik ke sidratul muntaha sampai langit ketujuh untuk menerima perintah shalat lima waktu, dan kembali lagi ke Makkah — semua dalam satu malam yang sama.
Nama “Al-Aqsha” sendiri bermakna yang paling jauh, yang menunjukkan posisi masjid ini bila dilihat dari Makkah.

Kompleks Masjid yang Kaya Arsitektur

Masjid Al-Aqsha adalah bagian dari kompleks yang luas dan sarat nilai budaya. Di dalamnya terdapat berbagai bangunan bersejarah, salah satunya adalah Kubah Ash-Shakhrah (Dome of the Rock). Kubah ini terkenal karena tampilannya yang megah dengan warna emas dan dipercaya sebagai tempat dimana Nabi SAW memulai Mi’raj.

Kompleks masjid juga mencakup Masjid al-Buraq, tempat di mana al-Buraq ditambatkan — kendaraan yang dipakai Rasulullah SAW saat melakukan Isra; serta Masjid al-Magharibah, Mushalla an-Nisa, dan Mushalla al-Marwani yang masing-masing memiliki sejarah panjang dan fungsi unik.

Situs ini memiliki 15 gerbang dengan nama dan sejarah masing-masing, sekaligus beberapa di antaranya yang kini diblokade karena konflik di wilayah tersebut.

Tak hanya itu, keberadaan menara-menara dan kubah lain turut memperkaya estetika kompleks ini, memadukan gaya arsitektur klasik Islam dan pengaruh budaya Bizantium di beberapa bagian.

Makna Spiritual dan Kewajiban Umat

Lebih dari sekadar struktur bangunan, Masjid Al-Aqsha adalah simbol kuat ikatan spiritual umat Islam terhadap sejarah Nabi dan panggilan untuk memperkokoh iman melalui salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam, yaitu Isra dan Mi’raj.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kakawihan Anak Sunda Jaleuleu

Kata Sunda Serapan dari Bahasa Asing (Kecap Serapan tina Basa Deungeun)

Kumpulan Lengkap Nama-nama Kembang Atau Bunga Bahasa Sunda